opera news

download from google play download from apple store

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Connection failed Try again

opera news

download from google play download from apple store

Annisa Pohan Bagikan Komentar Ketua BEM UI 'Buzzer Berani di Sosmed, gak berani turun ke jalan'

tribunnews.com 06/29/2021

Annisa Pohan Bagikan Komentar Ketua BEM UI 'Buzzer Berani di Sosmed, gak berani turun ke jalan' View pictures in App save up to 80% data.
Alumnus Universitas Indonesia, Annisa Pohan ikut membagikan postingan ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra di akun twitter. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Annisa Pohan ikut membagikan postingan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mahasiswa ( BEM UI ), Leon Alvinda Putra melalui akun twitternya, Minggu (27/6/2021).

Annisa Pohan yang tak lain adalah alumnus Universitas Indonesia untuk strata dua, membagikan konten Leon Alvinda Putra menyoroti Buzzer.

Dikutip Tribun Timur, Selasa (29/6/2021), cuitan Leon Alvinda Putra berisi:

“Buzzer: Berani di sosmed, gak berani turun ke jalan. Mahasiswa UI turun ke jalan: hampir 30 orang diseret, dipukuli, dan dibawa ke Polda Metro Jaya pada tanggal 1 mei. Selanjutnya tanggal 3 mei, 1 orang ditangkap dan dijadikan tersangka ketika sedang jalan pulang aksi.”

Hasil retweet istri ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ini mendapatkan banyak tanggapan dari warganet.

Akun twitter, @BadboyWithoutU menulis,” Dan lu kurang pinter dgn membanding"kan jaman, lu demo 98 mau masa dpn berubahkan? Tapi gua liat dari cara lu ngetweet masa dpn gagal didptkan malah menyalahkan anak muda yg sedang memperjuangkan masa depan, lawak om wkwk apakah lu hanya badut di demo 98?."

Sementara itu, akun panji @panjianom102 mengomentari akun Ketua BEM UI, Leon @Leon_Alvinda.

“Turun ke jalan di tengah situasi pandemi DKI Jakarta yg mengkhawatirkan apa tepat? Sebagai seorang mahasiswa kenapa pakai narasi tuduhan buzzer ke pihak yg tidak sepaham dg anda?” tulisnya.

Sementara itu, akun govinda jaya @govindajaya4 menulis”@Leon_Alvinda Wkt kalian masih belum dikandung ibu mu.. Dan orang tua kalian  masih mojok di dalam kos berdua... Kepala dan tubuh kami pernah merasakan rotan dan sepatu tentara.. Jaman mu sekarang jauh lebih baik..pupuk idealis mu jgn bodoh..”

Tak hanya sampai di situ, ada akun twitter, Lane Jae @P_Eneste menulis,” @Leon_Alvinda Kalau Mahasiswa G*BL*K ya bisa begini......Mau saja diperalat untuk tujuan politik pihak tertentu. Urgensi yg didemo apa sih? Mana pandemi lagi.....Apakah kau dan teman2mu dibayar? Mahal??? Kalau benar dibayar, MUNAFIK Kau berarti !!"

Sementara itu, akun Hans Christian Ferdinand mengomentari, "@Leon_Alvinda
Jaman udh berubah. Protes via Internet bisa jadi lebih di dengar daripada rame2 di jalan." 

Akun twitter, Kangkomen @osengosengg menulis," turun ka jalan udah gak mempan,.... gak diliput, resiko ditangkep pula...pesannya pun kadang gak nyampe,... ini bentuk protes yg efektif, sesuai prokes n gaungnya sampe ke mana-mana." tulisnya. 

Saat ini, BEM UI menjadi trending topic setelah akun official twitter BEMUI_official membagikan gambar Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

Dalam gambar itu, tertulis Jokowi The King of Lip Service. 

Hal ini disampaikan BEM UI lewat postingan di akun Twitter-nya dan viral di media sosial.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras."

"Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," tulis akun tersebut.

Ketua BEM UI, Leon Alvinda lantas menjelaskan, postingan itu bertujuan untuk mengingatkan sang presiden terkait segala perkataan yang telah diucapkan.

Menurutnya, selama ini, apa yang telah disampaikan Jokowi tak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Sebenarnya infografis yang dibuat oleh brigade UI, organ taktis di bawah BEM UI itu kami ingin mengingatkan Bapak Presiden untuk bisa memastikan perkataan-perkataan yang beliau sampaikan sesuai dengan realita di lapangan."

"Kami melihat banyak sekali kontradiksi antara perkataan beliau dengan apa yang terjadi di lapangan," ucap Leon, dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (27/6/2021).

Salah satu perkataan Jokowi tak sesuai dengan realita menurut Leon, yakni ucapan Jokowi yang rindu didemo.

Kenyataannya, lanjut Leon, banyak aksi represif dilakukan kepada mahasiswa, saat melakukan aksi demo.

Ia mencontohkan, aksi demo mahasiswa ketika peringatan Hari Buruh 1 Mei.

"Misalnya, pertama, terkait pernyataan bahwa beliau rindu didemo. Sayangnya, banyak sekali represivitas yang terjadi ketika kami melakukan demo."

"Contohnya, pada 1 Mei, lebih dari 160 mahasiswa mengalami represivitas ketika melakukan aksi Hari Buruh di Jakarta," jelas Leon.

Imbas dari kritikan tersebut, Rektorat UI memanggil sejumlah mahasiswanya.

Ada 10 nama yang diminta hadir di Ruang Rapat Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UI, Minggu (27/6/2021) pukul 15.00 WIB.

Sejumlah orang yang dipanggil tersebut, yakni Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, Wakil Ketua BEM UI, Yogie Sani, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Ginanjar Ariyasuta, Kepala Kantor Komunikasi dan Informasi BEM UI, Oktivani Budi, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Christopher Christian.

Lalu, lima orang lainnya adalah Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Syahrul Badri, dan wakilnya, Achmad Fathan Mubina, Ketua DPM UI, Yosia Setiadi, dan dua wakilnya, Muffaza Raffiky serta Abdurrosyid.

Pemanggilan rektorat kepada mahasiswa BEM UI ini pun mendapat tanggapan politisi yang menyayangkan tindakan itu.(*)

Follow us on Telegram